Entri Populer

Minggu, 13 Oktober 2013

Pecinta Alam , Penikmat Alam atau Perusak Alam




Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan uniknya, nama tersebut, yakni pecinta alam hanya ditemui di Indonesia. Bukan dari segi bahasa, namun dari segi arti dan makna kalimat. Di Luar negeri sendiri mungkin lebih dikenal dengan nama Aktifis Lingkungan.



Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan "Pecinta Alam" awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme - patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung." ( Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran )

Era pecinta alam sesudah meninggalnya Soe Hok Gie ditandai dengan adanya ekspedisi besar - besaran, dan era berikutnya ditandai dengan Era 1969 - 1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul munculnya Kode Etik Pecinta Alam .

Era ini menandai munculnya tatanan baru dalam dunia kepecinta - alaman, dengan diisahkannya Kode Etik Pecinta Alam ( KEPAI ) di Gladian IV Ujungpandang, 24 Januari 1974. Ketika itu di barat juga sudah mengenal suatu 'Etika Lingkungan Hidup Universal' yang disepakati pada 1972. Era ini menandakan adanya suatu babak monumental dalam aktivitas kepecintaalaman Indonesia dan perhatian pada lingkungan hidup di negara - negara industri. Lima tahun setelah kematian Gie, telah memunculkan suatu kesadaran untuk menjadikan Pecinta Alam sebagai aktivitas yang teo - filosofis, beretika, cerdas, manusiawi / humanis, pro - ekologis, patriotisme dan anti - rasial.

Dalam Etika 'Etika Lingkungan Hidup Universal' Ada 3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :

Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time.

Tapi pada kenyaataannya justru mereka mereka yg menyebut dirinya sebagai pecinta alam lah yg merusak ( beberapa , tidak semua ) contohnya seperti pada gambar di bawah ini







Meskipun tidak banyak yg berbuat seperti itu tapi hal ini terus terjadi , hingga bisa saja nantinya menjadi "gunung".
Memang ironisnya demikian hampir seluruh orang yang mengaku sebagai pecinta alam saat melakukuan kegiatan di alam bebas bukannya menjaga alam tetapi malah merusak alam tersebut.

Contohnya :
Saat para MAPALA atau KPA mengadakan Pendidikan di Gunung. Hampir banyak dari mereka menebang pepohonan hanya untuk di jadikan pelajaran membuat Bivak Alam atau sebagai penompang Tenda atau lain sebagainya. Dan tidak sedikit pula dari mereka membuang sampah seenaknya dengan cara Memendam dalam tanah agar tidak terlihat berserakan di lokasi tempat mereka Camp.

Coba bayangkan dampak kedepannya apabila hal tersebut dilakukan hampir banyak orang. Sudah pasti Gunung gunung yang ada di dunia ini hanya menunggu kehancurannya saja. Belum lagi di tambah dengan pembalakan liar yang terjadi belakangan ini.

Semoga menjadi renungan untuk kita-kita yang masih memiliki rasa kecintaan terhadap alam. Menebang pohon-pohon untuk menjadi pembelajaran bagi regenerasi memang tidak salah tapi ada baiknya apa yang kita ambil harus kita ganti dengan cara menanam bibit pohon. Dengan begitu akan mengurangi perusak alam yang makin marak.

Menurut saya sendiri arti PECINTA ALAM itu adalah orang yang sangat suka, sangat sayang, terpikat sekali, kasih sekali, rindu sekali, berharap sekali kepada segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi. Maka saking CINTA nya mereka terhadap ALAM mereka tidak ingin melukai, merusak ALAM dan mereka berusaha menjaga, merawat dan melestarikan ALAM.

Dan kini telah banyak perubahan makna dan arti kata PECINTA ALAM. Kini arti dan penggunaan kata PECINTA ALAM sendiri telah bergeser menyerupai kata kata PENGGIAT ALAM yaitu orang yang senang melakukan kegiatan di alam bebas seperti mengadakan pendakian ke Gunung, menelusuri Goa, memanjat tebing dan lain sebagainya.

Pertanyaannya....?
SUDAH PANTASKAH KITA DI SEBUT SEBAGAI ORGANISASI ATAU INDIVIDU PECINTA ALAM....?

Kalau belum pantas, perlukah Anda merubah kata-kata PECINTA ALAM dari diri Anda atau Organisasi Anda menjadi PENGGIAT ALAM... atau Anda/Organisasi Anda merubah prilaku Anda terhadap ALAM ke arah yang lebih tepat seperti kata PECINTA ALAM tersebut.

Kalau sudah pantas, apa bukti kecintaan Anda terhadap ALAM ini.




sumber : http://www.belantaraindonesia.org/2012/01/sejarah-singkat-pecinta-alam-indonesia.html